DARAH

Diposting oleh M Hanif Rifai pada 12:18, 29-Sep-14  •  Komentar (0)



Darah merupakan alat transportasi atau alat pengangkutan yang paling utama dalam tubuh kita. Ada beberapa fungsi darah bagi tubuh manusia, yaitu sebagai berikut.

1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkanya ke seluruh tubuh.

2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya keseluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru.

3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh.

4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal.

5, menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36 derajat celcius sampai 37 derajat celcius. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.

komposisi darah

Darah memiliki komposisi yang terdiri atas sekitar 55% cairan darah (plasma) dan 45% sel-sel darah.

(a) plasma darah

Sekitar 91% plasma darah terdiri atas air. Selebihnya adalah zat terlarut dari protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibodi), garam mineral, dan zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme, gas-gas, dan hormon).

(b) Sel-sel darah

Sel-sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sebanyak 99%, sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit).

- Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan mengandung hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan protein yang mengandung zat besi. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen dan karbondioksida dalam darah. jumlah sel darah merah yang normal adalah kurang lebih 5 juta sel/ mm 3 darah. Sel darah merah dibentuk pada tulang pipih di sumsum tulang dan dapat hidup hingga 120 hari.

- Sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih memiliki bentuk yang tidak teratur atau tidak tetap. Sel darah putih memilki inti sel tetapi tidak berwarna atau tidak memiliki pigmen. Berdasarkan zat warna yang diserapnya dan bentuk intinya sel darah putih dibagi menjadi 5 jenis, yaitu basofil, neutrofil, monosit, eosinofil, dan limfosit. Secara normal jumlah darah putih pada tubuh kita adalah kurang lebih 8.000 pada tiap 1 mm 3 darah. Sel darah putih hanya hidyp sekitar 12 - 13 hari. Fungsi darah putih sebagai pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Jika tubuh kita terluka dan ada kuman yang masuk, sel-sel darah putih akan menyerang atau memakan kuman-kuman tersebut.

- Keping darah (trombosit)

keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukuran keping darah lebih kecil daripada sel darah merah. Jumlahnya kurang lebih 300.000 pada tiap 1 mm 3 darah. Keping darah hidupnya singkat, hanya 8 hari. Keping darah berfungsi pada proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, darah keluar melalui luka tersebut. Keping darah menyentuh permukaan luka, lalu pecah dan mengeluarkan trombokinase. Trombokinase dibantu dengan ion kalsium akan mengubah protombin menjadi trombin. Trombin diperlukan untuk mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Luka akan ditutup oleh benang fibrin yang berupa benang-benang halus, sehingga darah berhenti keluar.

Golongan Darah

Salah satu sistem penggolongan darah yang banyak digunakan adalah sistem ABO. Berdasarkan sistem ini darah dibedakan menjadi 4 golongan darah, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O. Dasar penggolongan darah sistem ABO adalah keberadaan aglutinogen pada permukaan sel darah. Darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen A disebut bergolongan darah A. Darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen B disebut bergolongan darah B. Darah yang sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan aglutinogen B disebut bergolongan darah AB. Dan darah yang tidak mengandung aglutinogen A maupun aglutinogen B disebut bergolongan darah O. Golongan darah sangat penting untuk transfusi darah. Jika seseorang mendapatkan tranfusi darah yang golongan darahnya berbeda akan menimbulkan bahaya. Sebab hal itu dapat menyebabkan terjadinya pembekuan atau penggumpalan darah. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang dapat menerima transfusi dari golongan darah lain. Oleh karena itu darah AB disebut sebagai resipien universal (penerima). Sebaliknya golongan darah O dapat menjadi donor (pemberi) untuk semua golongan darah atau golongan darah O disebut sebagai donor universal.